Senam Mata, Alternatif Terhindar Gangguan pada Mata

Senam Mata, Alternatif Terhindar Gangguan pada Mata

Senam Mata

Mata yang sehat merupakan dambaan setiap orang. Siapa sih yang tidak ingin memiliki mata sehat dan normal? Untuk menjaga kesehatan mata, ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti mengonsumsi makanan sehat dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti membaca di ruang yang redup, menonton TV dengan jarak dekat, dan lain-lain. Adapula cara lain yang dapat Anda lakukan untuk memiliki mata sehat dan normal yaitu dengan berolahraga. Siapa bilang hanya tubuh saja yang dapat berolahraga, mata yang merupakan salah satu indera juga memerlukan olahraga agar dapat tetap sehat. Olahraga yang dapat dilakukan adalah senam mata. Senam juga dapat dilakukan oleh mata loh, jadi jangan pikir hanya anggota gerak saja yang dapat melakukannya.

Apa Sih Senam Mata itu?

Apakah Anda pernah melakukan senam? Jika iya, jenis senam apa saja yang pernah Anda lakukan? Senam mata merupakan salah satu gerakan yang dilakukan untuk mata untuk melatih mata agar tetap sehat. Senam pada mata merupakan salah satu alternatif yang dapat Anda lakukan agar memiliki mata sehat dan terbebas dari gangguan pada mata. Dengan melakukan gerakan senam mata ini, maka Anda dapat melatih mata Anda agar tidak kaku dan lebih rileks. Bagi Anda yang sering membaca atau berjam-jam di depan komputer, maka Anda patut untuk mencoba gerakan senam ini agar mata Anda tidak mudah lelah.

Manfaat Senam Mata

Dengan melakukan senam mata, maka Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan atau manfaat bagi kesehatan mata Anda. Seperti halnya jika kita berolahraga maka tubuh akan menjadi sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Mata yang sehat juga memerlukan beberapa gerakan agar dapat terhindar dari gangguan seperti mata minus, mata plus, ataupun mata silinder. Dengan melakukan gerakan-gerakan senam maka mata akan lebih santai dan dapat merubah gangguan yang terjadi pada mata

Gerakan-Gerakan Pada Senam Mata

  1. Gerakan Merubah Titik Fokus

Gerakan senam mata yang pertama yang dapat Anda lakukan adalah gerakan merubah titik fokus. Gerakan ini untuk melatih titik fokus pada mata. Gangguan kesehatan mata seperti mata minus, mata plus, atau mata silinder diakibatkan karena titik fokus yang tidak jatuh tepat pada retina sehingga titik fokus menjadi berubah. Anda bisa menggunakan beberapa objek atau benda dan merubah letaknya untuk mengatur titik fokusnya.

  1. Gerakan Memutar Bola Mata

Gerakan senam pada mata yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah gerakan memutar bola mata. Gerakan memutar bola mata sangatlah mudah untuk dilakukan. Pertama, Anda harus memutarkan bola mata searah jarum jam, kemudian berlawanan kearah jarum jam. Gerakan senam ini cukup mudah bukan?

  1. Gerakan Melirik Mata dari Samping Kanan dan Kiri

Gerakan senam mata yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah dengan melakukan gerakan melirik. Untuk melakukan gerakan melirik mata ini, maka Anda akan melatih titik kefokusan Anda. Caranya cukup mudah untuk dilakukan. Pertama, letakkan jari telunjuk tepat di tengah wajah Anda yaitu di depan hidung Anda. Kemudian, tatap luruk ke depan dan fokus pada jari telunjuk Anda. Setelah itu, perlahan palingkan wajah Anda ke kanan tanpa mengalihkan kefokusan Anda pada jari telunjuk. Kemudian, alihkan wajah kembali ke depan dan perlahan alihkan wajah Anda ke kiri dan tetap fokus melihat pada jari telunjuk Anda.

  1. Gerakan Memijat di Sekitar Daerah Mata

Gerakan selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan gerakan memijat di daerah sekitar mata. Dengan melakukan pijat relaksasi di daerah sekitar mata, maka saraf-saraf di daerah sekitar mata akan lebih rileks. Untuk melakukan gerakan memijat di daerah sekitar mata ini, pertama untuk melakukannya pijat daerah sekitar atas alis, kemudian lakukan gerakan memutar ke bawah mata.

  1. Melakukan Gerakan Pinggir Mata

Gerakan senam mata berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah melakukan gerakan pinggir mata. Untuk melakukan ini cukup mudah dan akan membuat mata Anda lebih rileks. Adapun cara untuk melakukan gerakan ini, Anda hanya perlu merubah gerakan bola mata dari kanan kemudian gerakan ke tengah, dan kemudian beralih ke pinggir mata sebelah kanan.

  1. Gerakan Sisi Kanan Atas-Kiri bawah

Gerakan senam pada mata yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan gerakan mata dari sisi kanan atas kemudian beralih ke kiri atas. Dengan melakukan gerakan ini, mata Anda akan lebih mudah dengan merubah sisi penglihatan. Anda pun juga dapat merubah gerakan mata Anda dari sisi kiri atas kemudian beralih ke sisi kanan bawah. Gerakan ini seperti gerakan orang berpikir.

Itulah berbagai gerakan senam mata yang dapat Anda coba lakukan di rumah. Dengan melakukan beberapa gerakan senam pada mata ini, maka Anda akan terhindar dari gangguan kesehatan mata. Gerakan ini bukan hanya diperuntukkan untuk orang yang memiliki mata normal, namun Anda yang memiliki gangguan kesehatan mata seperti mata minus, mata plus, ataupun mata silinder dapat mencoba senam ini.

Sumber:
https://www.teen .co.id/read/8528/3-gerakan-senam-mata-ini-bisa-menjaga-kesehatan-mata-kamu
https://hellosehat .com/hidup-sehat/tips-sehat/senam-mata-untuk-mengusir-mata-lelah/

Mata Plus, Penyakit Mata yang Tidak Hanya Diderita Orang Tua

Mata Plus

Mata Plus

Penyakit mata plus atau yang sering dikenal dengan rabun dekat merupakan salah satu penyakit mata yang banyak diderita oleh para orang tua. Bagi Anda yang berpikir jika penyakit mata yang satu ini hanya diderita oleh orang tua, maka Anda harus membuang jauh-jauh pemikiran Anda yang seperti itu. Hal ini dikarenakan penyakit mata ini juga menyerang para kawula muda. Oleh karena itu, Anda harus menjaga kesehatan mata Anda dengan baik agar tidak menderita penyakit mata khususnya rabun dekat.

Apakah Rabun Dekat itu?

Anda mungkin familiar dengan penyakit mata rabun jauh atau miopi tetapi penyakit mata adapula rabun dekat. Jika pada rabun jauh, penderitanya tidak dapat melihat objek dalam jarak jauh dengan baik, maka pada rabun dekat ini merupakan kebalikan dari rabun jauh ini. Rabun dekat merupakan salah satu gangguan pada mata yang mengakibatkan penderitanya tidak dapat melihat objek dari jarak yang dekat tetapi dapat melihat objek jarak jauh dengan baik.

mata plus atau yang sering dikenal dengan nama medis hipermetropia ini merupakan suatu kondisi dimana cahaya yang seharusnya dipantulkan tepat retina tetapi cahaya menjadi dipantulkan di belakang retina. Sehingga bagi penderita rabun dekat ini akan kabur jika melihat objek dari dekat.

Tanda dan Gejala Mata Plus

Rabun dekat dapat diketahui dengan mengetahui tanda dan gejala yang ditunjukkan. Rabun dekat tidak hanya ditunjukkan dengan tidak dapat melihat objek dari jarak yang dekat, tetapi ada beberapa tanda dan gejala yang ditunjukkan dan menandakan Anda menderita rabun dekat.

Rabun dekat ini tidak hanya diderita oleh para orang tua tetapi juga berpotensi diderita oleh anak-anak atau remaja, tetapi rabun dekat yang diderita oleh anak ini cukup sulit untuk dilihat karena biasanya anak tidak menunjukkan masalah pada penglihatannya. Adapun gejala atau tanda yang menandakan Anda menderita mata plus adalah mata menjadi lelah karena melihat objek dari dekat dalam waktu yang lama; kemudian kesulitan dalam membaca dalam jarak dekat; mata menjadi kemerahan dan berair; objek jauh terlihat jelas namun objek dekat terlihat buram.

Faktor Penyebab Mata Plus

Faktor penyebab rabun dekat ini tidak begitu banyak. Rabun dekat terjadi karena kornea terlalu datar, lensa yang tidak tebal, dan bola mata yang terlalu pendek. Pada penderita rabun dekat, kemampuan adaptasi berupa akomodasi tidak terlalu baik sehingga penglihatan dalam jarak dekat tidak begitu baik.

Adapun faktor penyebab yang menyebabkan seseorang menderita rabun dekat yaitu: Usia, seiring bertambahnya usia seseorang maka kemampuan dalam melihat akan menurun dan berpotensi besar untuk menyebabkan mata plus. Selain itu, faktor penyebab lainnya yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya rabun dekat pada seseorang adalah genetik. Jangan heran jika Anda menjumpai seseorang dengan usia muda tetapi mengalami rabun dekat karena rabun dekat ini juga dapat diwariskan oleh orang tua. Jika Anda memiliki riwayat rabun dekat, maka Anda berpotensi besar untuk memiliki anak yang mengalami rabun jauh pula. Adapula faktor lain yang mengakibatkan seseorang mengalami mata plus adalah karena penyakitnya seperti diabetes, masalah pembuluh darah di retina, mata tidak berkembang baik semasa kandungan, dan lain-lain.

Deteksi Mata Plus

Bagi Anda yang mengalami keluhan-keluhan seperti yang dijelaskan diatas, maka Anda perlu untuk memeriksakan mata Anda ke dokter. Dengan memeriksakannya ke dokter, maka Anda dapat mendeteksi apakah Anda terkena mata plus. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mendeteksi hipermetropia.

  1. Retinoskopi

Cara pertama untuk mendeteksi apakah Anda mengalami hipermetropia adalah dengan pemeriksaan retinoskopi. Pendeteksian ini dilakukan dengan memeriksa bagian dalam mata Anda. Pada pemeriksaan ini, digunakan alat yang bernama oftalmoskop pada bagian retina Anda.

  1. Mendeteksi dengan Snellen Chart

Seperti halnya dengan pemeriksaan untuk mendeteksi rabun jauh, rabun dekat ini juga dapat dideteksi dengan menggunakan snellen chart. Pendeteksian dengan menggunakan snellen chart ini berguna untuk menguji ketajaman mata Anda dengan menguji Anda melihat dan membaca snellen chart yang bertuliskan huruf-huruf dan angka dari ukuran huruf atau angka yang besar hingga terkecil. Jika Anda tidak dapat melihat atau membaca snellen chart pada jarak dekat, maka Anda dinyatakan mengalami rabun dekat atau mata plus.

Pengobatan

Untuk mengobati atau menangani masalah mata plus, maka ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Pengobatan dalam mengatasi rabun dekat sama halnya dengan pengobatan dalam mengatasi rabun jauh. Dalam rabun dekat, Anda perlu untuk menggunakan alat bantu kacamata yang berukuran plus ataupun menggunakan softlens. Selain menggunakan alat bantu agar Anda dapat melihat dengan baik dalam jarak dekat, ada beberapa hal pula yang dapat Anda lakukan seperti dengan melakukan operasi pada mata Anda.

Sumber:

http://www.akumata .com/mata-plus

https://www.alodokter .com/rabun-dekat