Persiapan Instrument Menjadi Asisten Operasi Katarak – Phacoemulsifikasi

perawat kompeten

Perawat profesional | Sumber nextshark.com

Perawat adalah suatu profesi yang mulia. Perawat adalah tenaga kesehatan yang profesional, memiliki kamampuan dan tanggung jawab dibidang perawatan individu, keluarga dan masyarakat. Seorang bisa dikatakan perawat apabila telah menyelesaikan pendidikan dibidang keperawatan minimal Diploma III di instansi pendidikan yang diakui oleh pemerintah Indonesia. Pendidikannya sendiri bisa dalam negeri atau luar negeri.

Dijaman yang semakin maju seperti sekarang ini, perawat dituntut memiliki skill atau kemampuan khusus, seperti perawat ICU, perawat PICU & NICU, perawat IGD, perawat HD, perawat Bedah dan masih banyak lagi. Perawat bedah atau perawat di kamar operasi ( perawat OK ) yang notabene sudah khusus, masih ada dibutuhkan keterampilan lebih khusus lagi / spesialisasi seperti perawat neuroendoscopy, perawat mata, perawat endolaposcopy.

Perawat yang kompeten sangat membantu kelancaran, ketepatan dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien yang dirawatnya. Bagi Dokter yang merawat secara medis, akan sangat terbantu karena informasi-informasi yang akurat dari pasien sangat dibutuhkan oleh Dokter dalam menentukan terapi selanjutnya.

Berkaitan dengan perawat yang kompeten, saya akan berbagi tentang persiapan operasi katarak khususnya dengan teknik Phacoemulsifikasi. Apa yang akan saya bagikan ini, merupakan pengalaman pribadi selama menjadi asisten operasi katarak dengan phaco.

Ini saya tujukan bagi sejawat perawat bedah yang baru belajar menjadi asisten phaco. Ide ini muncul setelah mencari informasi dengan googling, tak menemukan atau teman perawat yang sharing. Harapan saya, semoga bisa membantu sejawat yang sedang belajar. Apa yang akan saya bagikan ini adalah sebagai dasar, silahkan sesuaikan dengan rumah sakit masing masing dan dokter ditempat bekerja. Yuukk….mulai

 

operasi katarak phaco

Operasi Katarak Phacoemulsifikasi | Sumber www.klinikmatautama.com

Persiapan Operasi Phaco

Alkes BHP

  1. Spuit 1 cc = 5 pcs
    • ( a ) 1 untuk = lidocain + epineprine ( jarum Orange )1 untuk = tripan blue ( jarum orange )
    • ( b ) 1 untuk = carbacole ( jarum abu abu )
    • ( c ) 1 untuk = cravit ( jarum Orange ) atau jarum abu abu gantian sama jarum yg di carbaccole, setelah carbacole di pakai, langsung pindahkan jarumnya.
    • ( d ) 1 untuk = persiapan CCC (continuous circular capsulorhexis )
  2. Spuit 3 cc = untuk tampungan/bank cravit ( jarumnya dipotong )
  3. Spuit 5 = 3 pcs
    • ( a ) Bethadine + RL à 1 : 1 buat 6 cc ( rl 3cc betadhine 3 cc ) = tidak menggunkan jarum
    • ( b ) Lidocain murni 2 amp/ sesuaikan dengan jumlah operasi. Untuk lokal anestesi tambahan. siram kornea sesaat setelah dokter selesai memasang bleparostat ( hak mata ) = jarum orange
    • ( c ) Gentamicin + dexametason à 1:1 ( siapkan 2 amp genta, 2 amp dexa ), sesuaikan dengan jumlah operasi.  Siram kornea setelah dokter selesai tindakan, sblm melepas bleparostat ( hak mata ) = jarum abuabu yg ujungnya lebih besar
  4. Spuit 10 cc = 3
    • ( a ) Untuk hidrasi dokter ( isi RL + gentamicin) ambil dari kom saja) = jarum orange
    • ( b ) Utuk hidrasi perawat (isi RL + gentamicin) ambil dari kom saja) = jarum biru yang dari visco elastic ( bisa juga menggunakan spuit 20 cc )
    • ( c ) Bank Lidocain + Epineprin, isinya :
      • RL + Genta = 7 cc ( ambil dari kom )
      • Lidocain = 1 amp
      • Epineprine = 1 amp
      • ( total 10 cc : jarumnya dipotong )
  1. Lidocain = 3 amp
  2. Epineprine = 1 amp
  3. Gentamicin / sagestam = 2 amp ( menyesuaikan jumlah operasi )
  4. Tripanblue / merk lain = 1  menyesuaikan jumlah operasi )
  5. Carbacole / merk lain = 1 ( menyesuaikan jumlah operasi )
  6. Eye drapes = sesuai jumlah pasien operasi
  7. Dop mata = sesuai jumlah pasien operasi
  8. Keratome blade = disposible / reuse ( pisau yg bengkok tajam )
  9. Crescent blade = disposible / reuse ( pisau yg bengkok tumpul )
  10. Pisau Step = disposible / reuse ( pisau yg lurus tajam )
  11. Viscoelastic = buka 2 aja dulu
  12. Jarum orange yang baru
  13. RL = 4 ( 1 kolf RL isi gentamicin / sagestam ½ cc ) yg untuk digantung
  14. Blood set = 2 pcs
  15. Hanscone = sesuai
  16. Benang 10/0 ( disiapkan aja, jgn dibuka dulu )
  17. Underpad
  18. Kasssa
  19. Kapas lidi

Persiapan Instrument

  1. Setting meja mayo dengan alas perlak streril dan duk
  2. Kom besar isi RL + Genta à ambil dari RL yang digantung, isi sedikit saja, krn untuk merendam ujung instrumen
  3. Kom sedang isi RL + Genta à ambil dari RL yang digantung, isi boleh agak penuh karena untuk buffer/cadangan jika spuit hidrasi punya dokter dan asisten habis. ( poin nomer 4a & b ) diatas
  4. Bengkok/nierbeken sedang
  5. Bleparostat = 2
  6. Ultrata = 1
  7. Cooper = 2
  8. Sinskey = 2
  9. Pinset lensa = 1
  10. Keratome blade, untuk side insisi ( main pot / insisi utama/ insisi pertama )
  11. Step, untuk insisi kedua. Operator biasa menyebut “second”
  12. Set jahit, jika diperlukan
    • Pinset tying
    • Pinset mcperson
    • Gunting vannas
    • Nidle holder

Note :

Sebelum mempersiapkan instrumen, set dahulu ruangan sesuai kebutuhan

Mikroskope sdh pada posisinya

Alat phaco sdh pada posisinya dan sdh terkoneksi dengan listrik

Sterilisator rebus / rice cocker tekanan sdh diisi WI steril

Tempat sampah sdh pada posisiny

Step Operasi

  1. Siram kornea dengan betadine ( poin 3a )
  2. Desinfeksi area mata menggunakan kapas lidi betadine, lalu keringkan dengan kassa
  3. Pasang eye drape ( pasang / tempelkan penampung air, jika terpisah )
  4. Siram kornea dengan lidocain murni ( 3b ) à jika pasien bius lokal, jika bius umum tidak usah
  5. Beri operator keratome + kapas lidi à for main pot
  6. Beri operator lidocain + epineprine ( 1a )
  7. Beri operator tripan blue ( 1b )

Sambil menunggu, beri operator spuit 1cc dan niddle holder halus untuk membengkokkan jarum 1 cc nya à dipakai untuk CCC (continuous circular capsulorhexis )

  1. Beri operator hidrasi ( 4a ), asisten siram area kornea untuk membersihkan tripan blue yang menghalangi pandangan dokter -à area mata bersih
  2. Beri operator “ Viscoelastic”, lalu pisau “ step ( 14 ) “ untuk second / insisi kedua. asisten siapkan spuit 1 cc untuk CCC tadi
  3. Operator melakukan kapsulotomi anterior dengan teknik “continuous circular capsulorhexis”

( Asisten konsentrasi ini merupakan bagian terpenting dari operasi phaco )

  1. Beri operator hidrasi ( 4a ), untuk mengeluarkan capsul kornea. operator akan melepaskan nukleus katarak sampai bisa berputar 360 derajat. Langkah Disini berubah-ubah ( siaga visco, hidrasi, ultrata, sinskey )
  2. Beri operator handpiece phaco dan chopper, Phacoemulsifikasi mulai….( lakukan test pada saat persiapan instrumen ) à selesai

“ disini asisten menyiapkan lensa / IOL. “ jika blm terbiasa, biarkan operator yang melakukannya saat operator selesai melakukan IA”

  1. Selanjutnya IA ( irigation aspiration ), ganti handpiece phaco dengan handpiece IA –> selesai
  2. Beri operator viscoelastic à berikan IOL jika sudah siap dipasang & sinskey
  3. Carbacole à untuk mengecilkan pupil ( 1c )
  4. IA lagi
  5. Beri operator hidrasi untuk menutup luka insisi
  6. Beri operator Cravit ( 1d )
  7. Selanjutnya tetes luka dengan kapas lidi betadine ( operator )
  8. Asisten menetesi kornea dengan genta dexa ( 5c )
  9. Operator membuka bleparostat
  10. Operasi selesai

Pengenalan Instrument

ultrata forcep

Ultrata | www.katalystsurgical.com

Silahkan tinggalkan komentar